Aku suka sama Vierra dari awal kemunculan mereka. Waktu itu aku masih kelas 8 SMP, lagunya yang Dengarkan Curhatku ngehits banget. Yah paling enggak buat aku. Keren banget deh. Kayaknya tuh lagu memberikan sensasi tersendiri. Ciailah. Apalagi Kevin tuh keren banget main pianonya. Aduuh... bikin melted deeeh... Terus suaranya Widi yang imut-imut gitu... Uuuuh suka banget deh ma Vierra.
Aku suka Perih, Seandainya, sama Tears. Bukan karena alasan situasional sih. Tapi emang lagu-lagu itu kereeeeen banget. Terutama, sekali lagi, karena Kevin keren banget main pianonya.
Nah, untuk album yang kedua, Love, Love, and Love, aku punya tiga lagi lagu yang aku suka.
Oke, kalo yang ini aku akuin kalo emang ada faktor situasional dimana lagu-lagu ini emang lagi ngepas sama nasib aku.
Pertemuan SingkatPertemuan singkat
Dan berjalan sangat cepat
Tidak disangka
Aku langsung terhipnotis olehmu
Setidaknya kamu sempat menjadi milikku
Meskipun tak lama hal itu
Telah membuatku bahagia
Kau buat hidupku
Tak berarti tanpa kamu
Kini kau menghilang
Dan aku terhipnotis olehmu
Setidaknya kamu sempat menjadi milikku
Meskipun tak lama hal itu
Telah membuatku bahagia
Dengan masalah besar
Yang dihadapi
Segitu saja perjuanganmu (untukku?)
Setidaknya kamu sempat menjadi milikku
Meskipun tak lama hal itu
Telah membuatku bahagia
Pertemuan singkat
Dan berjalan sangat cepat...
Lagu ini cocok deh buat soundtrack (ciailah, soundtrack) cerpen aku yang ditugasin ma Bu Puji. Judulnya Nakushita Kotoba, artinya kata-kata yang hilang. Sebenernya sih itu judul lagunya No Regret Life. Biar keren aja aku jadiin judul cerpenku. Hahahaha.
Ceritanya tentang cowok yang CP3 a.k.a. cinta pada pandangan pertama a.k.a. love at first sight sama seorang cewek yang ternyata adalah cewek bisu. Mereka ketemu di halte bis. Dan pertemuan mereka cuma sampe 3 ato 4 hari doang. Abis itu si cewek ilang entah kemana.
Ada bebeapa temen yang abis baca cerpen itu langsung nanya ke aku, ”Eh Siw, terus si Cita kemana?” aku jawab aja, ”Nggak tau. Hehe.” Biar kesannya misterius gitu. Yang bikin aja nggak tau. Yang jelas ceritanya selesai sampe di situ. Nggak ada lanjutannya kayak sinetron-sinetron. Bisa aja kan beberapa tahun berikutnya si cewek yang bernama Cita itu dan si cowok yang bernama Arya itu suatu hari ketemu terus mereka jatuh cinta lagi sementara mereka masing-masing udah punya pacar? Ato mungkin ternyata Cita mati ketabrak mobil dan secara kebetulan Arya waktu itu ada di TKP. Tapi aku bikin ceritanya udah sampe situ doang.
Sebenernya aku terinspirasi sama sebuah komik yang aku pinjem dari temen yang dia pinjem dari peminjeman buku yang entah apakah sampai saat ini buku itu udah dia kembaliin ato belum. Judulnya tuh kalo nggak salah One Week. Ceritanya tentang cewek yang jatuh cinta sama cowok dan mereka deket cuma seminggu doang. Si cowok akhirnya kecelakaan dan mati. Aku sampe nangis tau nggak baca tu komik. Ceritanya manis banget. Terkadang cerita yang manis kan bukan harus cerita yang berakhir bahagia dimana si cewek yang biasa aja tapi baik hati akhirnya bisa jadian sama cowok perfect yang digilai cewek seantero sekolah.
Tapi cerpenku beda kok dari itu komik! Cerpenku menitikberatkan pada sebuah pesan bahwa kita punya pilihan untuk mengungkapkan perasaan kita, seberapapun tidak sempurnanya kita.
Kalo One Week kan nggak ada pesan begitu. Lagian ceritanya juga beda kok.
Semua TentangmuSemua tentangmu
Selalu membekas di hati ini
Cerita cinta kita berdua
Akan selalu...
Semua kenangan tak mungkin bisa
(kulupakan, kuhilangkan)
Tak kan mungkin kubiarkan
Cinta kita berakhir
Ku tak rela
Ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta
Yang tlah kita buat slama ini
Semua tentangmu
Selalu membekas di hati ini
Cerita cinta kita berdua
Akan selalu...
Semua kenangan tak mungkin bisa
(kulupakan, kuhilangkan)
Tak kan mungkin kubiarkan
Cinta kita berakhir
Ku tak rela
Ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta
Yang tlah kita buat slama ini
Aku di sini slalu menanti
Ku tak kan letih menunggumu
Aku di sini (aku di sini) slalu menanti (slalu menanti)
Ku tak kan letih menunggumu
Ku tak rela
Ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta
Yang tlah kita buat slama ini
Ku tak rela
Ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta
Yang telah kita buat slama ini
Wow. Ini tu kereeen gila. Kereeen mampus. Bisa nangis bombay aku kalo denger ni lagu. Sebenernya aku agak-agak ragu buat lirik yang ”Ku tak kan letih menunggumu” yang kedua. Agak-agak kedengeran kayak ”Lupakan letih menunggumu”. Tau deh mana yang bener. Tapi sih kayaknya emang ”Ku tak kan letih”.
KepergianmuKuiringi langkahmu
Sampai ke akhir jalan
Sungguh berat terasa
Menyadari semua
Di saat terakhirku
Menatap wajah itu
Terpejam kedua mata
Dan terbang selamanya
Ingin ku mengejar dirimu
Menggenggam erat tanganmu
Sungguhku tak rela
Ku tau kau tak tersenyum
Melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku
Kurelakan saat kepergianmu
Tak kan pernah kulupakan dirimu
Tak kan sanggup kulupakan semua
Ku tau kau tak tersenyum
Melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku
Kurelakan saat kepergianmu
Kayaknya ni lagu buat orang yang ditinggal mati ya? Tapi karena suasana lagunya kelam-kelam gimanaaa gitu, kayaknya cocok juga kok buat yang ditinggal selain ditinggal mati. Hehe. *maksa*